Welcome Guest. Sign in or Signup

0 Answers

Suka Bermaksiat tapi Rajin Bertaubat, Apakah Masih Diterima Oleh Sang Pencipta?

Asked by: 10 views Uncategorized

Memang benar manusia tidak ada yang sempurna. Kesalahan ataupun kekhilafan yang berujung pada perbuatan dosa merupakan suatu kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Bahkan seringkali diri sendiri berjanji untuk bertaubat tapi kembali bermaksiat. Tekad untuk bertaubat adalah suatu hal yang patut untuk dihargai.

Di pada ayat Al Quran yang berbicara tentang perintah untuk taubat termaktub didalam QS. An-Nur ayat 31, “Dan bertaubatlah anda seluruh kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, sehingga anda beruntung”.

Kendati demikian, kalau hal seperti ini tetap berlangsung tidak diragukan lagi, kami sudah terjerat didalam tipu daya setan sehingga memudahkan diri untuk berbuat maksiat.

Lantas, bagaimana nasib spaceman orang-orang yang berbuat maksiat, lantas bertaubat dan berani untuk bermaksiat kembali hingga dosa itu tetap berulang. Apakah taubatnya bakal diterima?

Pintu Taubat Dibuka Lebar

Sungguh Allah Ta’ala sudah melapangkan dan melonggarkan serta memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada kami untuk bertaubat kepada-Nya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ ، وَبِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ
“Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat berasal dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat berasal dari hamba yang bermaksiat di malam hari” (HR. Muslim no.7165)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam termasuk bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لمَ ْيُغَرْغِرْ
“Sungguh Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum hingga di kerongkongan” (HR. At Tirmidzi, 3880. Ia berkata: “Hadits ini hasan gharib”. Di-hasan-kan oleh Al Albani didalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

Mengulang Dosa Setelah Taubat

Maka siapakah yang bisa menghambat anda berasal dari taubat? Kesempatan tetap terbuka lebar!

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak bakal mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa tak hanya syirik bagi siapa yang Allah kehendaki” (QS. An Nisa: 48)

Bahkan dosa syirik! Ketika seorang musyrik bertaubat kepada Allah dan ia kembali ke jalur Allah Ta’ala, maka tidak ada yang bisa menghambat ia berasal dari Allah. Bahkan, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengabarkan bahwa orang musyrik berasal dari kalangan ahlul kitab yang bertaubat, ia mendapat dua pahala berasal dari taubatnya.

Memang demikian karakter dasar manusia, berbuat kesalahan tidak cuma sekali tapi berkali-kali. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia tentu banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang kerap bertaubat” (HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadis ini gharib”. Di-hasan-kan Al Albani didalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18).

Perhatikan didalam hadis ini digunakan kata خطاء yang artinya: banyak berbuat salah. Namun kata Nabi sehabis itu, “sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang kerap bertaubat”. Ini isyarat bahwa orang yang dosanya banyak, termasuk orang yang mengulangi dosa yang sama sehabis taubat, tetap bakal diterima taubatnya.

Answer Question